Dari Redaksi

Pembaca yang terhormat,

Pembajakan demokrasi oleh oligark sudah menguasai semua lini. Wacana pembatasan hak istimewa golongan atas untuk melindungi hak masyarakat luas melalui jalur politik sudah terciderai. Mulai dari penegakan hukum, pembuatan kebijakan dan proses Pemilu sudah membuka masuk politik uang untuk menguasainya. Bahkan katup kebebasan publik juga diancam untuk memperlancar pertahanan kekuatan modal bagi sebagian kelompok. Tetapi bukan tidak mungkin untuk meretas pesimisme dan apatisme yang sudah lama dikondisikan oligark untuk memandang politik Indonesia. Karena kenyataannya kekuatan publik masih dibutuhkan untuk menekan ruang gerak oligarki.

ASASI kali ini akan membahas mengenai reorganisasi kekuatan oligarki yang bertransformasi dari masa Orde Baru ke sistem demokrasi sekarang, bagaimana oligark bekerja khususnya dalam pemerintahan Jokowi-JK, dan bagaimana peran masyarakat sipil dalam menanggapi fenomena tersebut. Selain laporan jurnalistik tersebut, buletin ini juga menyajikan artikel opini dari Bramantya Basuki yang menulis mengenai Pemeliharan Konfrontasi Masyarakat Sipil Melawan Oligarki dan tulisan dari Kania Mezariani mengenai Konsep Bisnis dan HAM dalam Logika Kekuasaan Oligark. Simak pula tulisan resensi film “Mad Max” dari Miftah Fadhli, peneliti HAM dari ELSAM.

Selamat membaca.
Redaksi ASASI