Dari Redaksi

Pembaca yang terhormat,

Sudah 50 tahun malapetaka 1965 berlalu, tetapi upaya penyelesaian pelanggaran HAM tersebut belum juga terjadi. Sebagian pihak menjadi sudah terkonstruksi budaya banalitas. Menganggap pembantaian massal yang terjadi setengah abad silam adalah bukan permasalahannya. Padahal impunitas tersebut memiliki sisi lain yang lebih parah: legitimasi kekerasan negara atas kritik kerja pemerintah yang terus direproduksi hingga sekarang dan dapat menimpa siapa saja. Tanpa adanya penyelesaian pelanggaran HAM di masa lalu, maka tidak akan ada upaya memutus rantai kekerasan tersebut.

ASASI kali ini akan membahas tema Pola Kekerasan Pelanggaran HAM Masa lalu, bagaimana pola tersebut terjadi, dan implikasi nyata dikehidupan masyarakat Indonesia sekarang. Selain mengetengahkan laporan jurnalistik, buletin ini juga dilengkapi artikel opini dari Wijaya Herlambang yang menulis soal Transformasi Budaya dan Justifikasi Pembantaian. Simak pula tulisan resensi film “The Missing Picture” yang menarik dari Kania Mamonto, pegiat HAM dari ELSAM.

Selamat membaca.
Redaksi ASASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *