Dewasa ini pelanggaran terhadap privasi berkembang tidak lagi hanya pada ranah luring, namun juga pada ranah daring. Dalam laporan ini setidaknya terdapat empat kategori pelanggaran terhadap hak atas privasi, yaitu terkait dengan: 1) pembocoran data; 2) penyalahgunaan kuasa atas data pribadi (abusive of power); 3) pencurian data dengan alat (skimming); dan 4) pencurian data dengan malware (hacking) atau sistem perangkat lunak.

Pembocoran data sehubungan dengan data yang baik sengaja maupun tidak terlanjur bocor ke publik. Pencurian data dengan alat dimaksudkan adanya usaha seseorang atau jaringan kriminal tertentu yang berupaya untuk mencuri suatu informasi pribadi orang lain untuk memperoleh keuntungan dari informasi tersebut. Pencurian data dengan alat dapat diartikan secara skimming yakni menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Skimming sendiri tidak dapat dilakukan tanpa alat. Untuk Pencurian data dengan malware atau sistem perangkat lunak tertentu yang menerobos sistem, atau yang dikenal lebih luas dengan hacking. Penyalahgunaan kuasa atas data pribadi adalah kegiatan penyebaran data pribadi milik orang lain tanpa seizin orang tersebut dengan niat tidak baik.

Dalam catatan ELSAM tsepanjang tahun 2013‐2017, sedikitnya terdapat 5 kasus pembocoran data pribadi; 13 kasus penyalahgunaan kuasa atas data pribadi; 6 kasus pencurian dengan alat; 10 kasus pencurian data dengan sistem. Total keseluruhan kasus penyalahgunaan data pribadi dari 2013 sampai dengan 2017 berjumlah 33 kasus. Walaupun secara kualitatif tidak ditemukan banyak kasus mengenai pencurian dan penyalahgunaan data pribadi, namun hal tersebut menyerang langsung pada intermediaries dan berdampak langsung pada end‐user.

Dari diagram tersebut terlihat, khusus tahun 2017 ditemukan kasus pencurian data baik dengan alat maupun dengan malware. Pencurian data dangan alat berjumlah 2 kasus. Selanjutnya untuk pencurian data dengan malware berjumlah 2 kasus juga yaitu pencurian yang terjadi pada google docs dan skype. Terakhir, yang menduduki tempat terbanyak di tahun ini adalah penyalahgunaan kuasa atas data pribadi yang berjumlah 8 kasus. Penyalahgunaan kuasa atas data pribadi menjadi yang terbanyak dari tahun‐tahun sebelumnya dan merupakan pelanggaran keras terhadap privasi.


Berdasarkan Laporan Hak Asasi Manusia 2017

 

 

Editor: Riska Carolina